Daun kering itu luruh, tersapu debu. Dia kalah? Ah, bukan. Dia tahu kini saatnya pergi, dia sadar tempatnya harus tergantikan, dan dia rela harus terpinggirkan.
Dan pohon itu… akan tetap tegak tanpanya, bahkan semakin elok dengan hijaunya…
Jika kepergian itu memberi kesempatan daun-daun muda bermunculan, mengapa harus tertahan? Jika pengorbanan itu mampu mengokohkan batang dengan helaiannya yang baru, mengapa harus memaksakan diri untuk tetap tinggal?
Dan kadangkala… aku serupa daun kering itu…
Kau tahu? bahagiaku adalah ketika melihat elokmu, sekalipun aku harus berlalu…
*Pengorbanan memang indah, sekalipun terluka… terlebih untuk Allah dan RasulNya…
0 comments:
Post a Comment
Terimakasih untuk tidak memberikan Komentar yang bersifat SARA & Profokatif dan kami tidak bertanggung jawab atas komentar pengunjung