Seorang sufi ditanya, “Bagaimana pecinta bisa seperti gila?”
“Karena mereka merasakan manisnya cintanya, dan mendengarkan suara-suara mengagumkan dari panggilan Kekasihnya, sampai akalnya terbang dan hatinya mabur menuju kepadaNya, lalu mereka menjadi terhanguskan.” Duhai betapa jauhnya cinta? Manakah pilihan cinta? Manakah hakikat cinta? Siapakah yang berhak pada cinta? Sungguh, orang yang mencintaiNya tak pernah sabar sekejappun dari Kekasihnya.
Dikisahkan, Dzun Nuun al-Mishry ra mendengar orang yang sedang sakit berkata, “Akh…Akhh…!”
Lalu Dzun Nuun mengatakan, “Ini tidak benar dalam cintanya.”
Orang sakit itu menjawab, “Keluhanku ini karena saking lezatnya, bukan dari keluhan kepedihan.”
Sholat Seribu Rekaat
Fath al-Maushily ra,pernah sakit demam, lalu beliau sholat seribu rekaat sebagai syukur kepada Allah atas demamnya,. Ia malah berkata, “Apakah seperti aku ini yang diingat oleh Allah dari atas ArasyNya? Sedangkan Dia Maha Tahu bahwa aku ini banyak dosa, padahal Dia ingin kesucianku.”
Hati-hati dengan Rasa Nikmat
Rabi’ah ra menegaskan, “Aku tak pernah melihat cobaan sejak aku mengenal Allah Ta’ala.”
Anak-anak sekalian. Makhluk itu ada dua: Kekasih (wali) dan musuh.
Perilaku juga ada dua: Sedih dan nikmat. Jika kesedihan sampai pada wali, itu malah sebagai klehormatan baginya, sebagaimana kesedihan itu menimpa para Nabi dan Rasul – semoga sholawat dan salam bagi mereka --.
Apabila kelezatan sampai pada musuh Allah, sesungguhnya kelezatan itu sebagai kerugian bagi mereka, sebagaimana firmanNya:
“Dan niscaya bakal Kami beri rasa siksa yang hina dibawah siksaan besar.”
Terkadang, rasa nikmat sampai pada seorang wali, malah merupakan istidroj dan peringatan baginya. Dan terkadang nikmat sampai pada si musuh, padahal nikmat itu bukan bagiannya di akhirat. Sebagaimana firmanNya:
“katakanlah, “Hendaknya mereka menikmatinya, sesungguhnya tujuan perjalanan mereka adalah menuju neraka.”
Sufinews
0 comments:
Post a Comment
Terimakasih untuk tidak memberikan Komentar yang bersifat SARA & Profokatif dan kami tidak bertanggung jawab atas komentar pengunjung