- 0 comments

"Temukanlah Tuhan melalui pelayan-pelayan Nya......"

by Cholid Mawardi on Thursday, September 8, 2011 at 8:42am

Penghuni neraka lebih berbahagia di neraka daripada mereka hidup di dunia ini, karena di dalam neraka mereka sadar akan keberadaan Tuhan. Sedangkan di dunia ini mereka tidak sadar. Tidak ada yang lebih manis daripada kesadaran kepada Tuhan. Nalar di dalam neraka merindukan dunia ini sedemikian rupa, hingga mereka mampu melakukan sesuatu. Bukan karena dunia ini lebih menyenangkan daripada neraka, melainkan kesadaran mereka akan besarnya rahmat yang diberikan oleh Tuhan.



Kaum munafik ditempatkan pada dasar neraka disebabkan karena mereka menolak kebenaran. Walaupun iman ditawarkan kepada mereka, berhubung tingkat keimanan mereka sangat rendah, maka mereka tidak melakukan apapun dan enggan diajak berbuat baik. Siksaan yang diberikan kepada mereka sangat keras, agar mereka dapat menyadari akan keberadaan Tuhan. Beda lagi dengan orang kafir. Kejahilan orang kafir tidak menawarkan keimanan. Namun ketika keimanan itu muncul, mereka menjadi tersadar dan mendapatkan siksaan yang lebih sedikit. Itulah bedanya antara orang munafik dan orang kafir. Orang munafik lebih pedih menerima siksa dibandingkan orang kafir, karena mereka mengetahui suatu kebenaran, tapi menolak kebenaran tsb. Sementara orang kafir tidak beriman, karena mereka tidak mengetahui hakekat suatu kebenaran. Jika hidayah telah datang kepada mereka, maka mereka akan tersadar dan mengakui akan suatu kebenaran tersebut.



Itu ibaratnya seperti sepasang celana berkuda dan karpet yang telah berdebu. Satu orang dapat mengibaskan celana berkuda hingga membuatnya menjadi bersih. Tetapi memerlukan 4 orang untuk mengibaskan karpet dengan keras agar debu-debunya berterbangan. Ketika penghuni neraka berkata, "Tuangkan kepada kami sedikit air (atau dapat dimaknai 'Tuangkan kepada kami apa yang telah engkau miliki dan menyinari dirimu') yang Tuhan telah memberikannya kepadamu". Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-A'raaf 50-51, "Dan penghuni neraka menyeru kepada penghuni surga : 'limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu'. Mereka (penghuni surga) menjawab, 'sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka'. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami......"



Al-Qur'an itu bagaikan pengantin perempuan. Meskipun engkau menarik jilbabnya ke samping, dia tetap tidak akan memperlihatkan wajahnya kepadamu. 'Kemampuan' yang engkau miliki itu tidak mampu menarik jilbab penutupnya. Dia menipumu dan memperlihatkan dirinya kepadamu sebagai gadis buruk; seolah berkata, "Aku bukanlah kecantikan yang dapat kau lihat". Namun jika engkau memperlakukannya dengan baik, melayaninya dengan sepenuh hati, dan melakukan sesuatu yang menyenangkannya tanpa harus menarik jilbabnya, niscaya dia akan memperlihatkan wajahnya kepadamu. "Carilah orang-orang Tuhan, masuk diantara pelayanku, dan masuklah ke dalam surgaku......" [QS. 89: 29-30].



Tuhan tidak berbicara kepada setiap orang, sebagaimana seorang raja yang tidak berbicara kepada setiap penenun. Mereka mengangkat perdana menteri dan wakil; yang melalui merekalah orang-orang dapat mencapai raja. Demikian halnya dengan Tuhan. DIA telah memilih pelayan tertentu (baca: para nabi, rosul, wali, ulama) hingga siapa pun yang mencari Tuhan dapat menemukan DIA melalui pelayan Nya. Itulah sebabnya kenapa para nabi, rosul, wali dan ulama diturunkan ke dunia, dengan satu alasan bahwa mereka adalah jalan menuju Tuhan...... ^_^





******************************************************************



Tulisan ini diintisarikan dari salah satu karya Syaikh Jalaluddin Rumi yang berjudul "Yang Mengenal Dirinya... Yang Mengenal Tuhannya..."

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih untuk tidak memberikan Komentar yang bersifat SARA & Profokatif dan kami tidak bertanggung jawab atas komentar pengunjung